JOHANN
CARL FRIEDRICH GAUSS
Saat
ini kita seringkali mendengar mengenai sejarah didunia dalam berbagai bidang
kehidupan, tak terkecuali dalam bidang matematika. Cabang pengkajian yang
dikenal sebagai sejarah matematika adalah penyelidikan terhadap metode dan
notasi matematika pada masa silam. Dalam hal ini, para matematikawan yang
merupakan orang – orang ahli matematika yang sangat berjasa dalam menemukan
penemuan – penemuan terhadap bidang matematika sehingga dapat bermanfaat hingga
saat ini. Salah satu matematikawan yang memberikan peranan besar dalam bidang
matematika adalah Johann Friedrich Carl Gauss seorang matematikawan Jerman.
Johann
Carl Friedrich gauss lahir di Brunswick, Duchy of Brunswick-Wolfenbuttel,
Kekaisaran Romawi Suci pada 30 April 1777. Ia dipandang sebagai salah satu
matematikawan terbesar sepanjang masa selain Archimedes dan Isaac Newton yang
sudah menerbitkan lebih dari 150 karya dan membuat kontribusi penting seperti
teorema dasar aljabar, metode kuadrat terkecil, eliminasi Gauss-jordan, dan
kurva lonceng, atau kurva error Gaussian yang membuat Ia disebut sebagai
Princes mathematicorum “Pangeran Matematika” atau “terkemuka dari matematika. Selain
bidang matematika, Ia juga memberikan peranan penting dalam bidang fisika dan
astronomi.
Sejak
Ia kecil, Johann Carl Friedrich Gauss sudah menunjukkan keingintahuannya dalam
bidang matematika. Menurut berbagai sumber, pada umur yang belum genap 3 tahun,
Ia telah mampu mengoreksi kesalahan pada daftar gaji tukang batu ayahnya. Kemudian
pada umur 10 tahun, Johan Carl Friedrich Gauss memberikan rumus untuk
menghitung jumlah deret aritmatika berupa penghitungan deret 1 + 2 + 3 + 4 + …
+ 100.
Pada
tahun 1801, Ia mempublikasikan penemuan matematika pertamanya yang telah ia
simpan dari tahun 1798 mengenai ilmu hitung Disquisitiones. Kemampuan intelektual
Gauss menarik perhatian dari Duke (Gelar tertinggi) of Brunswick, sehingga Ia
dikirimkan ke Collegium Carolinum atau yang sekarang Braunschweig University of
Technology pada periode 1792 – 1795. Kemudian ia melanjutkan ke Universitas
Gottingen pada periode 1795 – 1798.
Penemuan
Gauss tentang teorema dasar aljabar yaitu membuktikan bahwa polynomial pangkat
n ( kuadrat adalah pangkat 2, kubik adalah pangkat 3, quartic adalah pangkat 4
dan seterusnya) mempunyai hasil akar pangkat n juga. Hal tersebut sah apabila
diberlakukan terhadap bilangan imajiner sama seperti bilangan riil. Gauss menyatakan bahwa bilangan negative juga
termasuk dalam sistem bilangan.
Sistem Bilangan Gauss dimulai dari
bilangan kompleks. Dari bilangan kompleks itu kemudian diturunkan dalam
bilangan – bilangan, sebagai contohnya Bilangan rill dan bilangan imajiner.
Bilangan rill sebenarnya adalah bilangan dalam bentuk a + bi, dimana a adalah
bilangan riil dan b sama dengan nol. Bilangan imajiner adalah bilangan kompleks
yang mempunyai bentuk sama dengan a sama dengan nol dan b adalah bilangan rill.
Keberadaan bilangan kompleks tidak hanya mempengaruhi aljabar, akan tetapi
jugga analisis dan geometri yang mengakibatkan teori fungsi dari bilangan kompleks
kemudian dikembangkan sehingga dikenal bilangan – bilangan setengah rill dan
setengah imajiner
Keingintahuan Gauss memberikan
pengaruh yang besar dalam bidang matematika. Beliau berhasil menemukan penemuan
– penemuan yang berguna sampai sekarang. Pada usia 14 tahun Ia menemukan solusi
bagi permasalahan statistic yang disebut dengan “Distribusi Normal”. Pada tahun
1797 Ia mengembangkan ide geometri non euclids dan pada tahun 1797 belia membuat
penemuan mengenai “Teorema Dasar Aljabar” yang Ia tuangkan dalam judul
tesisnya. Dan yang terakhir mengenai penemuan yang paling berspengaruh
sepanjang masa yaitu “DIsquisitiones Arihmeticae” sebuah teori tentang
bilangan.
Carl Friedrich Gauss meninggal pada
23 Februari 1855 saat Ia berumur 77 tahun di Gottingen, Kerajaan Hanover.
Daftar Pustaka :
https://fme.upc.edu/ca/arxius/butlleti-digital/gauss/060215_conferencia_reich.pdf



Tidak ada komentar:
Posting Komentar