Selasa, 29 Mei 2018

Biografi Johann Carl Friedrich Gauss


JOHANN CARL FRIEDRICH GAUSS


Saat ini kita seringkali mendengar mengenai sejarah didunia dalam berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali dalam bidang matematika. Cabang pengkajian yang dikenal sebagai sejarah matematika adalah penyelidikan terhadap metode dan notasi matematika pada masa silam. Dalam hal ini, para matematikawan yang merupakan orang – orang ahli matematika yang sangat berjasa dalam menemukan penemuan – penemuan terhadap bidang matematika sehingga dapat bermanfaat hingga saat ini. Salah satu matematikawan yang memberikan peranan besar dalam bidang matematika adalah Johann Friedrich Carl Gauss seorang matematikawan Jerman.
Johann Carl Friedrich gauss lahir di Brunswick, Duchy of Brunswick-Wolfenbuttel, Kekaisaran Romawi Suci pada 30 April 1777. Ia dipandang sebagai salah satu matematikawan terbesar sepanjang masa selain Archimedes dan Isaac Newton yang sudah menerbitkan lebih dari 150 karya dan membuat kontribusi penting seperti teorema dasar aljabar, metode kuadrat terkecil, eliminasi Gauss-jordan, dan kurva lonceng, atau kurva error Gaussian yang membuat Ia disebut sebagai Princes mathematicorum “Pangeran Matematika” atau “terkemuka dari matematika. Selain bidang matematika, Ia juga memberikan peranan penting dalam bidang fisika dan astronomi.
Sejak Ia kecil, Johann Carl Friedrich Gauss sudah menunjukkan keingintahuannya dalam bidang matematika. Menurut berbagai sumber, pada umur yang belum genap 3 tahun, Ia telah mampu mengoreksi kesalahan pada daftar gaji tukang batu ayahnya. Kemudian pada umur 10 tahun, Johan Carl Friedrich Gauss memberikan rumus untuk menghitung jumlah deret aritmatika berupa penghitungan deret 1 + 2 + 3 + 4 + … + 100.
Pada tahun 1801, Ia mempublikasikan penemuan matematika pertamanya yang telah ia simpan dari tahun 1798 mengenai ilmu hitung Disquisitiones. Kemampuan intelektual Gauss menarik perhatian dari Duke (Gelar tertinggi) of Brunswick, sehingga Ia dikirimkan ke Collegium Carolinum atau yang sekarang Braunschweig University of Technology pada periode 1792 – 1795. Kemudian ia melanjutkan ke Universitas Gottingen pada periode 1795 – 1798.
Penemuan Gauss tentang teorema dasar aljabar yaitu membuktikan bahwa polynomial pangkat n ( kuadrat adalah pangkat 2, kubik adalah pangkat 3, quartic adalah pangkat 4 dan seterusnya) mempunyai hasil akar pangkat n juga. Hal tersebut sah apabila diberlakukan terhadap bilangan imajiner sama seperti bilangan riil. Gauss menyatakan bahwa bilangan negative juga termasuk dalam sistem bilangan.


          Sistem Bilangan Gauss dimulai dari bilangan kompleks. Dari bilangan kompleks itu kemudian diturunkan dalam bilangan – bilangan, sebagai contohnya Bilangan rill dan bilangan imajiner. Bilangan rill sebenarnya adalah bilangan dalam bentuk a + bi, dimana a adalah bilangan riil dan b sama dengan nol. Bilangan imajiner adalah bilangan kompleks yang mempunyai bentuk sama dengan a sama dengan nol dan b adalah bilangan rill. Keberadaan bilangan kompleks tidak hanya mempengaruhi aljabar, akan tetapi jugga analisis dan geometri yang mengakibatkan teori fungsi dari bilangan kompleks kemudian dikembangkan sehingga dikenal bilangan – bilangan setengah rill dan setengah imajiner
            Keingintahuan Gauss memberikan pengaruh yang besar dalam bidang matematika. Beliau berhasil menemukan penemuan – penemuan yang berguna sampai sekarang. Pada usia 14 tahun Ia menemukan solusi bagi permasalahan statistic yang disebut dengan “Distribusi Normal”. Pada tahun 1797 Ia mengembangkan ide geometri non euclids dan pada tahun 1797 belia membuat penemuan mengenai “Teorema Dasar Aljabar” yang Ia tuangkan dalam judul tesisnya. Dan yang terakhir mengenai penemuan yang paling berspengaruh sepanjang masa yaitu “DIsquisitiones Arihmeticae” sebuah teori tentang bilangan.
            Carl Friedrich Gauss meninggal pada 23 Februari 1855 saat Ia berumur 77 tahun di Gottingen, Kerajaan Hanover.



Daftar Pustaka :


https://fme.upc.edu/ca/arxius/butlleti-digital/gauss/060215_conferencia_reich.pdf
Hasil gambar untuk carl friedrich gauss quote

Tidak ada komentar:

Posting Komentar